Beranda Uncategorized Peduli Terhadap Suku dan Etnisnya, Kasra Launching Buku Yang Mengulik Tentang Moronene.

Peduli Terhadap Suku dan Etnisnya, Kasra Launching Buku Yang Mengulik Tentang Moronene.

58
0
Penyerahan Simbolis yang diterima langsung oleh Sekdis Perpustakaan Kabupaten Bombana Bapak Dwi Asmoro.

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Saat ini banyak orang bisa saja mengatakan atau mengucapkan, “Saya Peduli”. Akan tetapi, itu hanya sebatas ucapan, tanpa ada tindakan nyata yang kemudian diaktualisasikannya secara lahir dilapangan.

Kendati demikian, adapula orang yang irit berbicara, bahkan tidak berbicara sama sekali (mengumbar sana-sini), namun bentuk kepeduliannya itu ditunjukkan dalam bentuk tindakan, atau dalam bentuk karya. Seperti halnya Ir. H. Kasra Jaru Munara yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap Kabupaten Bombana, khususnya Suku Moronene yang patut diapresiasi.

Setelah melalui proses yang cukup panjang selama 2 Tahun lamanya, pada akhirnya karyanya itu ia persembahkan untuk Wonua Bombana tercinta. Suku Moronene pada khususnya, dan orang manapun tanpa terkecuali. Akhirnya, hari ini, Kamis (24 Maret 2022), dengan resmi Kasra melaunching buku perdananya dengan Judul, “Moronene Dalam Lintasan Sejarah dan Jejak Austronesia” di Aula Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Bombana.

Saat memaparkan isi Bukunya, Kasra mengatakan, kalau isi Buku tersebut tidak hanya mengulas tentang Suku saja, melainkan diulas pula Seni dan Budayanya. Lebih tepatnya, sudah dikemas sedemikian rupa sehingga alur ceritanya komplit, dan sesempurna mungkin katanya.

Kasra juga menambahkan, Buku tersebut memuat banyak hal yang tidak ada kaitannya dengan Suku Moronene. Akan tetapi, tetap saja dimasukan. “Meskipun tidak ada hubungannya dengan Suku Moronene, akan tetapi  tetap saja saya masukan. Karena, masih ada pertaliannya, yang disebabkan Sejarah berjalan. Misalnya penyebaran awal mula umat Manusia dimuka Bumi ini mulai dari Afrika, kemudian Bangsa Austronesia, sehingga lahirlah kita generasi berikutnya yang dilahirkan oleh leluhur kita yang berasal dari Austronesia”, urai Kasra.

Olehnya itu, dirinya berharap kepada Suku Moronene terutama Anak Muda, agar lebih banyak lagi Literasinya dalam memahami Sukunya sendiri. Tujuannya apa?, agar bisa memperkuat mereka dalam mengenali Jati Dirinya dalam pembentukan karakter. Terlebih lagi masih dari Kasra, dia sangat menginginkan pemuda/pemudi Moronene tidak lagi malu untuk mengakui Sukunya.

Menyikapi pertanyaan Wartawan padasaat wawancara, berhubung dirinya adalah seorang Politisi, bahkan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW PSI) Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan anggapan bahwa, jangan sampai gebrakan yang dia lakukan mengandung unsur politik guna mempermudah dalam perekrutan kader. Atau dalam mensosialisasikan Partai yang dipimpinnya?, dengan tegas ia membantah kalau hal itu tidak benar, dan tidak ada hubungannya.

“Saya menulis Buku ini karena saya merasa prihatin dan terpanggil  dalam diri saya sendiri. Pasalnya, Suku Moronene merupakan salahsatu Suku diantara ribuan Suku yang ada di Indonesia, yang sudah dinyatakan terancam punah. Dan lewat inipula saya ingin sampaikan, gebrakan saya ini tidak ada hubungannya dengan latar belakang saya saat ini selaku Politisi. Ini murni karena panggilan Hati Nurani”, paparnya.

Malah pria Lulusan terbaik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada masanya itu menyatakan, jika dirinya bersikap profesional. “Justru itu dengan sikap saya yang profesional, membuat saya banyak melanglang buana. Artinya, sudah banyak melihat Negara-Negara lain yang saya jumpai, yang kemudian saya rangkum, dan saya sandingkan dengan apa yang saya lihat di Bombana. Sehingga saya tidak terkesan meraba raba. Sementara yang lain, mungkin hanya sebatas mendengar. Ditambah lagi banyaknya Literatur yang menggunakan Bahasa Asing, sementara saya dapat menerjemahkannya secara tuntas”, jelasnya.

Meski begitu, dia mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang Budayawan, Sejarawan atau Sarjana yang mengambil Jurusan Sejarah. Hanya saja, apa yang dilakukannya menurutnya, adalah bentuk kepeduliannya terhadap Suku dan Etnisnya. Namun ia menekankan, sebelum merangkum semua jejak penulusurannya, berbagai referensi telah dia lakukan. Baik itu menemui Tokoh, Tempat, kemudian melalui Goegle, sehingga semuanya itu dijadikan satu dalam bentuk tulisan, yakni Sebuah Buku.

Sekedar informasi, Launching Buku perdana “Moronene Dalam Lintasan Sejarah dan Jejak Peradaban Austronesia” dihadiri oleh beberapa Mokole Penyangga. Diantaranya: Mansur Lababa, Herdin Jasa, Rudin. Ada juga Tokoh Adat, Sekretaris Dinas Perpustakaan Dwi Asmoro, Sekjen Dewan Adat Moronene Poleang (DAM) Anton Ferdinan, dan tamu undangan lainnya.

Ditempat yang sama, Anton Ferdinan yang juga merupakan Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Daerah Kabupaten Bombana, sangat mengapresiasi terobosan luar biasa yang telah dilakukan oleh Ir. H. Kasra Jaru Munara. Menurutnya, langkah ini harus mendapatkan dukungan oleh semua pihak, khususnya Suku Moronene dimanapun berada.

Buku “Moronene Dalam Lintasan Sejarah dan Jejak Peradaban Austronesia”

“Hadirnya Buku ini semakin menyempurnakan literatur-litarur terkait Suku Moronene yang sudah ada. Bahkan saya berharap, kedepan akan ada pegiat Budaya yang siap mendonaturi percetakan Buku ini dalam jumlah yang banyak. Sehingga bisa disebarluaskan terhadap Masyarakat Bombana pada umumnya”, kata Anton Ferdinan. Untuk Wilayah Sultra, bila ingin mendapatkan Buku yang dimaksud, anda bisa saja langsung mencari Akun FB “BARUGA PRINTING” atau bisa juga menghubungi Nomor (0852 8162 6278). Sementara untuk wilayah Bombana, anda bisa berhubungan dengan kelompok pemuda pegiat Budaya, yang mengatasnamakan SEPAKAT. (w/b)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here